Langsung ke konten utama

Berharap

                  BERHARAP

Hati penuh harap akan karya tercipta luas
Wajah lesuh jikalau hanya terkenang dibuku
Letih tangan menggemgam pena tanpa ada jawaban
Benak penuh kata sajak yang akan disampaikan

Gelisah... apakah karayaku akan diterima
kaki seakan terus ingin melangkah
Tapi entah ingin melangkah kemana
Jalan berliku, jalan sesak telah ia lalui

Tangan tak terpisahkan oleh pena
Jiwa menggerakkan raga sana-sini
coretan kertas putih menua dengan pemiliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak bisa

Rona wajahmu sahda dimataku Hilir sungai melewati cakrawala Ragamu raksi melawan sepi Gersik mengusikku Dewala kersang ditimpa panas yang bergejolak Jelih matamu berlinang-linang Lentus mengusap jemariku Yang meringis menyentuhmu

Takdir nelayan

Kayu rapuh terombang-ambing Laut mengganas dengan ombaknya Bising angin menerpa layar Kelam langit ingin membunuh Megap-megap nelayan gundah Menengah merapah doa kepada Tuhan Deraian air mata memohon pertolongan Cetar petir awan hitam Tangan Kacar tiang layar Lencir abun-abun untuk selamat Namun sampan telangkup nelayan terlerai Nelayan terbawa ombak ganas