Langsung ke konten utama

Takdir nelayan

Kayu rapuh terombang-ambing
Laut mengganas dengan ombaknya
Bising angin menerpa layar
Kelam langit ingin membunuh

Megap-megap nelayan gundah
Menengah merapah doa kepada Tuhan
Deraian air mata memohon pertolongan
Cetar petir awan hitam

Tangan Kacar tiang layar
Lencir abun-abun untuk selamat
Namun sampan telangkup nelayan terlerai
Nelayan terbawa ombak ganas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak bisa

Rona wajahmu sahda dimataku Hilir sungai melewati cakrawala Ragamu raksi melawan sepi Gersik mengusikku Dewala kersang ditimpa panas yang bergejolak Jelih matamu berlinang-linang Lentus mengusap jemariku Yang meringis menyentuhmu

JIWA TERLEPAS

Dulu engkau selalu senyum dengan semua orang Tutur bahasa nan indah kau berikan Hati yang lemah lembut tersampaikan Jiwa tenang membawa kedamaian Hari demi hari ragamu melemah Terdengar nafas tersendak-sendak Keriput seluruh tubuhmu Rambut memutih karena waktu Ketika kau terbaring lemah Semua menangis dihadapanmu Tak tahu kapan ajal menjemputmu Tapi kau masih bisa tersenyum Jiwa terlepas oleh raga Hembusan nafas seketika lenyap Mengeras diseluruh tubuh Batin mengetuk untuk mengikhlaskanmu