Langsung ke konten utama

KEMBALI

           KEMBALI

Terpancar wajah cerah tanpa dosa
Menatap tempat ia berpijak
Tanah gersang angin panas
Memohon ingin kembali padanya

Berjalan tanpa arah yang tentu
Tak tahu waktu terus memburu
Wajah cerah mulai lesuh
Dari kejauhan terlihat jenuh

Sesak dada menghirup udara
Dia kembali memohon untuk dibebaskan
Mukjizat tiba-tiba terjadi
Langkah kaki membuat bumi kembali

Tanah hijau udara segar
Makhluk hidup riang gembira
Bidadari tersenyum senang
Langit biru menunggu dengan tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak bisa

Rona wajahmu sahda dimataku Hilir sungai melewati cakrawala Ragamu raksi melawan sepi Gersik mengusikku Dewala kersang ditimpa panas yang bergejolak Jelih matamu berlinang-linang Lentus mengusap jemariku Yang meringis menyentuhmu

Takdir nelayan

Kayu rapuh terombang-ambing Laut mengganas dengan ombaknya Bising angin menerpa layar Kelam langit ingin membunuh Megap-megap nelayan gundah Menengah merapah doa kepada Tuhan Deraian air mata memohon pertolongan Cetar petir awan hitam Tangan Kacar tiang layar Lencir abun-abun untuk selamat Namun sampan telangkup nelayan terlerai Nelayan terbawa ombak ganas

JIWA TERLEPAS

Dulu engkau selalu senyum dengan semua orang Tutur bahasa nan indah kau berikan Hati yang lemah lembut tersampaikan Jiwa tenang membawa kedamaian Hari demi hari ragamu melemah Terdengar nafas tersendak-sendak Keriput seluruh tubuhmu Rambut memutih karena waktu Ketika kau terbaring lemah Semua menangis dihadapanmu Tak tahu kapan ajal menjemputmu Tapi kau masih bisa tersenyum Jiwa terlepas oleh raga Hembusan nafas seketika lenyap Mengeras diseluruh tubuh Batin mengetuk untuk mengikhlaskanmu