KAMAR JENDELA
Tengok waktu berjalan desit kelam
Dinding warna menembus mata mendayuh-dayuh
Cahaya menembus kaca jernih jendela
Angin menelusup lubang-lubang kamar
Mengikis debu tirai jendela
Empuk sandaran punggung melapisi keramik dingin
Laba-laba meninggalkan jaring di sudut dinding
Uapan mulut tiap menit mengikuti waktu berganti
Angin menepis mata mendayuh-dayuh
Tak ku sadar rembulan tertup kabut
Tengok waktu berjalan desit kelam
Dinding warna menembus mata mendayuh-dayuh
Cahaya menembus kaca jernih jendela
Angin menelusup lubang-lubang kamar
Mengikis debu tirai jendela
Empuk sandaran punggung melapisi keramik dingin
Laba-laba meninggalkan jaring di sudut dinding
Uapan mulut tiap menit mengikuti waktu berganti
Angin menepis mata mendayuh-dayuh
Tak ku sadar rembulan tertup kabut
Komentar
Posting Komentar